Tag

,



.:monolog
 
Kutahu tulusmu, kurasa kasihmu.
Sungguh tak kuasa aku berdusta, tak ingin menyakiti.
Tapi sungguh, aku punya cinta yang lain.
Tahukah kau, saat aku menatapmu, ia hadir.
Saat aku inginkanmu, ia ada.
Ingin aku mendekat, ingin aku bercinta, tapi tak dapat aku berkhianat. 
 
 
 
.:dialog
 
Kau tahu jiwaku hampa, kau tahu tatapku kosong, dan kau lihat binar mataku.
Kau tembus tabir pikirku.
 
Hingga kata terucap,
“Mengapa diam, apa yang kau pikirkan?”
“Apa yang kau takutkan?”
 
Aku terdiam, gamang dalam lamunan,
dan lalu kujawab.
“Ini bukan tentangku, tentang kau, atau mereka.”
“Tapi Tuhanku.”  
 
 
 
.:untukmu Senja
 
Dear Love,
 
Senja, sungguh ku harus pergi meninggalkanmu.
Sebelum rerasa membara,
kenang menggenang,
hati menghitam,
sebelum tatap memburam,
dan sebelum hilang seluruh akal.
Tidak dapat aku membiarkan diri ini hancur, juga dirimu.
Ya, aku menginginkanmu,
tapi maaf, aku mencintai Rabbku lebih lagi.
 
 
 
.:untukmu Tuhan
 
Dear God,,
 
Rabb, kutahu kau tahu..
Saat kutulis surat ini aku sedang didasarnya jurang yang dalam..
Terjerembab dalam sesal.
Tanpa patuh kuterjatuh.
Tanpa ikhlas kuterhempas.
Kuingat saat aku berjanji.
Kuingat saat aku bersaksi.
“Bala syahidna..”
Kutukar cintaMu dengan dunia fana.
Kugadai kasihMu dengan cinta semu.
Tapi Rabb, sungguh aku inginkanMu..
Terlambatkah??
 
Iklan