Tag

, , ,


Integritas Illahiyah:

integritas personal atau komunal yang kokoh didasari pemahaman dan kesadaran bahwa pertanggunganjawab kepada Illahi meliputi konsistensi holistik antara sikap, tindakan, perkataan, pendengaran, penglihatan, ide-gagasan, dan perasaan dengan nilai-nilai Illahiyah yang tanpa dibatasi sekat ruang (baik di ruang publik, ruang privat, dan atau ruang imajinasi) dan waktu.

bandingkan,

Integritas Semu:

integritas parsial yang tidak dikelola secara paripurna, berorintasi pada relasi humanis, bersifat materialis, dan cenderung mengagungkan apresiasi dimensi ruang publik.

***

Sebenarnya konsep ini sederhana saja, berangkat dari konsep integritas. Tentu sudah familiar kan?
Integritas personal menjadi salah satu karakter penting dalam konsep Kepemimpinan dan Pengembangan Kepribadian. Seseorang dapat dinilai kredibilitas pribadinya dari integritasnya. Integritas sendiri sederhananya berarti kesesuaian kata-kata dan tindakan. Lebih gampang lagi “ga muna*!” *munafik.

Nah, secara umum kita sering terjebak dengan konsep integritas yang nampak sederhana ini. Mungkin kita sering kali bersikap baik, santun, alim, tampil terpelajar, dihadapan rekan, keluarga, masyarakat, dan lingkup yang lebih luas.
Namun kita melakukannya lebih karena menghindari pandangan atau statement negatif dari orang lain, termasuk kritik.
Dan pernah ga?  saat kita sendiri, atau tinggal jauh dari keluarga dan orang yang dikenal,  kita tidak lagi bersikap dengan prinsip dan nilai-nilai yang kita yakini (atau seolah-olah kita yakini).
Hal ini sering terjadi dengan atau tanpa disadari.
contoh kasus:

  1. Pejabat negara di hadapan publik selalu meneriakan statement “Kita berantas korupsi!!”, tapi dibelakang, sikapnya berbeda.Transaksi haram, katebelece, korupsi, kolusi, manipulasi terjadi. Ga sinkron antara statement dengan sikap.
  2. Seseorang yang dianggap “baik” dan memiliki status di masyarakat, mungkin saja bilang “say no to pornografi n pornoaksi”, namun saat ia sedang sendiri atau bersama orang lain, ia terlibat dan mengkonsumsi content2 pornografi, terlepas apapun alasannya. Ga sinkron antara statement dengan sikap.

Integritas semu ditandai dengan gejala: 

  • Ga sinkron antara statement dengan sikap saat berada diruang privat dan ruang publik.  

Dengan kasus di atas dapat kita lihat, bagaimana integritas yang ditunjukkan sering kali semu. Integritasnya ga bener-bener, karena ia mempunyai standar ganda, dualisme.

Lain halnya saat seseorang membangun integritas yang didasari pemahaman akan keberadaan Tuhan yang selalu melekat. Dalam konsep Islam dikenal Muraqobatullah, senantiasa merasa kehadiranNya, dekat dan diperhatikan Allah.
Sehingga baik saat sendiri di ruang privat, di ruang publik pada saat bermasyarakat, kapanpun dan dimanapun, dengan merasa diperhatikan dan dinilai Tuhan ia menjadi lebih berhati-hati, karenanya antara sikap dan perilaku akan simetris-sama.

Secara psikologis, hal ini pun akan membuat diri menjadi lebih tenang, karena tidak khawatir ada sikapnya yang slek-tidak bersesuaian, atau skandal yang terbongkar, dll.

Demikian pengertian integritas Illahiyah yang saya maksud,
dan model integritas inilah yang akan kokoh membentuk kepribadian.
Semoga mencerahkan!!

.: artefak nalar filsafat :.

Iklan