Tag

, ,


 

 

ku bilang, “kau tak tampan, kau hitam namun elegan..”

dan kau diam.. kau memang selalu diam..

lalu aku katakan,

“tentu aku orang yang beruntung, ya, aku tlah berjumpa denganmu,”

“dan kau temani aku, terangi hari-hariku, kau penjaga hatiku..”

kau pun tetap diam..

sungguh gundah hati ini jika ku jauh darimu.

sungguh resah jiwa ini jika ku lengah darimu.

dan aku, dalam rinduku..

aku merasakan gejolak itu.

ingin sekali membelaimu,

menyentuhmu, mengangkatmu dengan tanganku dua atau satu..

dan seperti biasa, lalu perlahan mengecupmu..

dengan rasa rindu dan takzimku..

dan lalu aku berdoa, “ikat hatiku dengannya yaa Rabb!”

tak mau lagi aku menunggu, perlahan kubuka retseleting itu..

rasanya begitu syahdu.

saat taudz dan basmallah mengalir dari lisanku..

saat tartil tilawah kusenandungkan pada setiap ayat dalam lembarmu..

ya, aku tahu kau menjadi ada dengan begitu,

ku baca tiap-tiap huruf, kata, dan kalimat dari Rabbku..

ya, aku tahu kau menjadi nyata dengan begitu,

kurindu untuk memenunggu syafa’at darimu.

Syamil, Qur’anku..

Iklan