friend: 🙂
me    : loh, ko senyum2? :p
friend: sgt amat bersyukur silaturahminya tdk prnh terputus.
me    : so do i, alhamdulillah..

fragmen di atas adalah sepenggal dialog saya dan seorang sahabat via sms.
jadi rada mikir saat baca sms itu.
tiba2 dapet sms yang isinya emotikon senyum.. kan jadi was-was.. hehe kirain kenapa anak ini..

ternyata ada satu pesan lanjutan yang lebih bermakna dari sekedar emotikon senyum sebelumnya.
“syukur atas silaturahmi yang tidak pernah terputus”.
message ini saya dapat dari seorang sahabat yang saya kenal sejak 8 tahun lalu di SMA. walaupun kami jarang sekali kontak, mungkin dalam satu tahun hanya beberapa kali kontak via telpon atw sms, tapi komunikasi kami cukup ampuh untuk menjaga ikatan persahabatan. Alhamdulillah.

Seneng, tapi juga membuat diri ini berpikir berintrospeksi hingga menyisakan pertanyaan. Sudah sebaik apa kita menjaga silaturahmi dengan kerabat, sahabat, dan teman dekat? padahal menjaga silaturahmi merupakan kewajiban kita sebagai muslim. belum lagi dalam konteks material, Kata Rasulullah SAW, “Silaturahim memperpanjang usia dan mendatangkan rizki”(mohon maaf blm ambil sumber resminya). Tapi intinya the power of Silaturahim ini tidak diragukan lagi.

Tapi kenapa ya kadang kita susah sekali untuk get connected bahkan sekedar saling menanyakan kabar? Padahal sekarang ini kita sudah sangat dimudahkan oleh teknologi, sehingga silaturahmi jadi mudah, cepat, dan murah. SMS, email, telefon, chat, video call, semua bisa kita lakukan asal terkoneksi dengan jaringan selular/internet. Tinggal nyalain laptop pasang modem, atau  koneksi internet via mobilephone, koneksi aktif, JRENGGG..SILATURAHMI MAYA bisa kamu lakukan. Kamu udah bisa menyapa seluruh kerabat di seantero dunia dan akherat*.. 🙂 (*kalo kerabat yang “disana” konek internet juga). Terlepas dari berbagai kekurangan dan kontroversinya, teknologi amat memudahkan kita berkomunikasi dan bersilaturahmi.

Tapi ada satu hal penting yang ga boleh kelewat nih,  setelah dipikir2, hal pokok yang membuat kita bisa nyambung silaturahim bukanlah fasilitas seperti yang kita bahas diatas, tapi ada hal yang lebih substansial, yaitu niat yang tulus untuk tetap menjalin ikatan komunikasi. Tentunya, niat yang tulus dari hati. Karena itu, sepertinya kita perlu melakukan manajemen hati, agar ada space yang diluangkan khusus untuk agenda selaturahmi ini. 🙂

Dengan menjalin tali silaturahmi, semoga akan membuka pintu-pintu kebaikan dan kasih sayang, dan jalan-jalan rizki yang penuh keberkahan. Amiin.

Special thanks to Maya yang telah memungkinkan silaturahmi tetap terjaga.

Iklan