Tag

, ,


bagaimana mungkin sebuah kisah harus berakhir sebelum dimulai?

ya, saat hasratku, inginku, tak lagi sejalan dengan garis batas pemandu laku…

ia menjadi kombinasi sempurna untuk mencipta konflik yang menantang sekaligus menyesatkan. Sungguh takkan sanggup jika aku harus mengakhiri saat tlah kulalui titik klimaks sebuah narasi.

lalu biarlah aku berkorban, atau mungkin kau…

segera, secepat mungkin, sebelum benar terlambat, teseret, tergerus arus..

terbuai indah rerasa semu…

yah, indah surga dunia yang menipu, takkan mampu membujukku, merayuku, ku kan tetap berdiri dalam teguhku.

irama dua hati kadang merangkai simfoni, indah membentuk harmoni..

pun sesekali, irama dua hati memecah sunyi, mencipta tragedi.. dan itu yang tak kuingini..

rerasa itu hadir, mengalir, mewarnai hari-hari, dan mencipta dunia indah adanya..

tapi tidak,

kutahu dari pangkal pikirku, kurasa dari dasar jiwaku, indah rasa itu hanya dalam bingkai yang terjaga,

janji sempurna menggetar nirwana.

takkan bisa rerasa semu memberi nuansa pada jiwa yang rindu abadinya sebuah kesucian..

lalu aku hanya dapat berkata, “kau disana dan aku berbeda, kita tak sama..”

Iklan