Tag


Selaksa Maaf untuk Cinta

waktu merayap lamat-lamat
tanpa prasangka dan hanya firasat
semua begitu gelap tak tampak
membuatku pikiranku mencari-cari celah terang
meraba-raba setitik berkas petunjuk dari cahaya…

ya, sepenggal pengetahuan hanyalah bumerang
maka keutuhannya menjadi niscaya
menjadi selamat yang menjaga..

saat separuh mentari diujungnya cakrawala
bukan angin atau burung-burung yang berkisah
sang bijak telah menunjukkan adanya
ia datang dengan cerita
bukan sekedar berita, ialah risalah penuh makna..

dan serpih-serpih kisah itu tak pasti datangnya
satu di barat lainnya di utara
rupanya tingkat intelejensi

takkan mampu menakarnya
ialah hati sang penerjemah acak abstrak mozaik makna.

semakin lama kurasa sang waktu semakin enggan bergerak
sebaliknya darahku berdesir semakin kencang
jantung berdebar memukul-mukul menyesakkan dada.

dan saat serpih terangkai, kutangkap rerupa
bentuknya tak samar lagi
dan kini, aku mengerti.

telah datang padaku,
isyarat cinta darinya..

aku masih tertegun dalam gamangku
sesaat aku terhenyak,
tak mampu untuk bercakap,
hanya mendengar, menerjemah makna demi makna…

sungguh, bahagiaku atas cintamu..
anugrah indah untuk dicinta,
sebentuk kasih tulus untuk bersama.

tapi tidak….

disini aku tertunduk malu,
jikalah saja kau taman yang indah itu ,
maka sungguh puspa hatiku takkan mampu tumbuh sempurna,
karena ia hidup di taman lainnya,
taman dalam anganku..

karena telah hadir ia yang kunanti,
meski hanya terbersit dalam pikirku,
bergemuruh dalam hatiku,
membuncah menggelorakan sukma ini..

ahh,

sungguh,
tak kuasa aku menjawab pintamu.
entah dengan atau tanpa sesal,
namun hanya selaksa maaf yang mampu terucap..

aku, yang lemah karna dicinta..

Iklan