Tag

, , ,


Menjadi Manusia Abadi

Lain pemahaman lain gagasan, lain latarbelakang lain pula idea-idea yang terlahir darinya. Karena pemikiran menjadi ada dari bagaimana manusia berpikir. Mitologi klasik tentang manusia abadi yang berasal dari Skotlandia dikenal dengan  The Highlander, tokoh manusia abadi penghuni dataran tinggi. Mereka  yang tidak sakit, tidak menjadi tua, dan tidak pula akan mati. Ajal akan menemui mereka hanya jika leher mereka terpenggal oleh sesama mereka, sehingga terpisah kepala dari raga yang fana.

Dalam perjalanannya, Kisah keabadian ini begitu memilukan, dilema panjang yang menyedihkan. Keabadian yang memaksa diri menyaksikan waktu bergerak merayap sangat lambat, melihat dunia berubah, dan menjadi saksi tragedi saat orang-orang tercinta pergi karena mati. Itulah makna abadi dalam versi sederhana (jika tidak dikatakan dangkal), karena Keabadian yang dimaksud hanya bersifat ragawi materialistis.

Namun dengan pemahaman yang mendalam, memaknai keabadian akan lebih dari itu. manusia abadi  menjadi isyarat keabadian gagasan, keabadian idea-idea, dan menjadi tanda abadinya sebuah karya. Seseorang yang sukses mencipta suatu magnum opus (master piece), maka karya tersebut akan membawa namanya dalam sebuah kelanggengan.

Dikenang, tertulis dengan tinta emas dalam lembar-lembar sejarah, diagungkan karena menjadi bagian dari mozaik indah peradaban, dan menjadi semakin besar setiap saat waktu yang dilaluinya. Bahkan saat mereka tidak lagi nyata didunia, namanya tetap ada,  tetap mulia. Dan disanalah makna keabadian yang menyentuh jantung hakikatnya…

.: artefak nalar filsafat :.

 

Iklan